Ketika Sang Penjilat Mendapat Mandat Bekerja Lebih Dalam

Posted on
Sedih
Sedih

Dalam dunia kerja tentu gejolak-gejolak perasaan sering terjadi baik sesama rekan kerja maupun atasan. Dicemooh bahkan direndahkan sering terjadi apalagi direndahkan oleh seorang rekan kerja yang rajin menjilat dan menganggap dirimu tidak bekerja.

Seorang penjilat akan memanfaatkanmu untuk meningkatkan pamornya sehingga di sayang tuan (atasan).

Bahkan seorang penjilat terus mencari cara agar dirinya disayang tuan walaupun dengan kerja ekstrim seperti mengadu domba pekerja dengan mengatakan dia tidak bekerja kepada tuan.

Dalam dunia politik orang-orang seperti ini sering muncul hanya untuk mendapatkan posisi yang kuat. Iya berhasrat memperoleh posisi itu bukan karena proses yang telah dilaluinya melainkan dengan cara praktis dan cepat.

Misal dalam pemilihan umum, si penjilat akan mendekati calon dan menampilkan diri yang seolah-olah memiliki banyak dana. Untuk meyakinkan itu iya rela mencetak baju kampanye misalnya dengan jumlah beberapa lembar dan dalih saya akan mencetak lagi dengan jumlah yang besar.

Lain lagi mengatakan bahwa saya memiliki banyak uang dan berjanji akan menanggung ini itu untuk kebutuhan kampanye. Sehingga posisinya mendapat tempat spesial dan dengan kuasa yang dimiliki mulailah iya berani berkuasa dan pelan-pelan merendahkan rekan kerja yang lebih dulu ada di sana.

Pendekatan-pendekatan yang dilakukan sebelum dan sesudah mendapat mandat lebih cenderung merendahkan pekerja lain bahkan iya berhasrat akan menggesermu yang lebih dulu bekerja. Penulis sudah pernah merasakan dibeginiin lho, hehe.

Ketika menemukan orang seperti ini, jangan patah semangat dan teruslah bekerja. Tunjukkanlah hasil kerja sesuai porsi dan tupoksi diri. Jangan terlibat pada pekerjaan yang tidak menjadi porsi anda agar kualitas kerjamu maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *