Siapa PSI Tolak Perda Syariah?

Posted on
Grace Natalie
Grace Natalie

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terang benderang menolak Peraturan Daerah (Perda) yang berbau Syari’ah dan perda yang berlandaskan agama.

Penolakan itu disampaikan oleh Ketua Umum PSI, Grace Natalie dalam orasi ulang tahun PSI yang ke empat, Senin (12/11/2018).

“PSI tidak akan pernah mendukung Perda-Perda Injil, atau Perda-Perda Syariah,” ungkap Grace.

Sebagai partai baru, pergerakan PSI sangat gencar dengan mengaku diri sebagai partai anak muda. Spirit muda yang dimiliki oleh PSI itu tidak jarang sikap-sikap mereka terkesan kontroversi.

Berdiri sebagai garda pendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi Dodo – Ma’ruf Amin melambungkan nama PSI melalui siaran televisi Nasional dan tidak jarang juga beberapa tokoh partainya diundang sebagai narasumber di berbagai acara untuk membela Jokowi.

Strategi demi strategi untuk memenuhi ambang batas Parlimentary Thresold tidak begitu tampak di permukaan. PSI hanya memainkan pola-pola dukungan pada Jokowi namun jarang mempromosikan kadernya untuk memenuhi syarat 4{6ead80aa35b56d7ec75426a85abbebf0ea01b8032045017dc373679d8ef03a35} suara Nasional (UU Nomor 7 Tahun 2017) pada pemilu 2019 kelak.

Dengan kondisi seperti itu PSI sebaliknya tampil dengan melawan persepsi-persepsi publik yang menginginkan adanya Perda-Perda yang sesuai dengan kebudayaan lokal Daerah termasuk keinginan ada Perda berbasis agama di beberapa wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota.

Perlawanan PSI Bertentangan dengan Mantan Ketua MK

Perlawanan mereka terhadap Perda-Perda berbasis agama bertentangan dengan perkataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, Mahfud MD yang pernah berujar bahwa jika Indonesia boleh menerapkan hukum Islam atau hukum yang berbasis agama.

Lanjut Halaman 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *